Minggu, 03 Juli 2016

Matematika & IAD BAB 2



BAB 2
METODE ILMIAH

1.4 Pengertian Metode Ilmiah
      Proses berfikir untuk mendapatkan cara penyelesaian yang mungkin berdasarkan bukti-bukti.
   Metode ilmiah adalah cara kerja dari ilmu pengetahuan, bersifat ilmiah serta merupakan langkah-langkah sistematis yang digunakan dalam ilmu-ilmu tertentu baik direfleksikan atau diterima begitu saja.
            Metode ilmiah atau proses ilmiah (bahasa Inggris: scientific method) merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut kemudian diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, maka hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.

Kriteria metode Ilmiah, yaitu :
  1. Berdasarkan fakta.
  2. Bebas dari prasangka
  3. Menggunakan prinsip-prinsip analisa.
  4. Menggunakan hipotesa
  5. Menggunakah ukuran objektif.
  6. Menggunakan teknik kuantifikasi.
Ø  BERDASARKAN FAKTA
      • Keterangan-keterangan yang ingin diperoleh dalam penelitian, baik yang akan dikumpulkan 
         dan yang dianalisa haruslah berdasarkan fakta-fakta yang nyata. Janganlah penemuan atau  
         pembuktian didasarkan pada daya khayal, kira-kira, legenda-legenda atau kegiatan sejenis.
Ø  BEBAS DARI PRASANGKA
      Metode ilmiah harus mempunyai sifat bebas prasangka, bersih dan jauh dari pertimbangan subjektif. Menggunakan suatu fakta haruslah dengan alasan dan bukti yang lengkap dan dengan pembuktian yang objektif.
Ø  MENGGUNAKAN PRINSIP-PRINSIP ANALISA
      Dalam memahami serta memberi arti terhadap fenomena, harus digunakan prinsip analisa. Semua masalah harus dicari sebab-musabab serta pemecahannya dengan menggunakan analisa yang logis, dan fakta yang mendukung dengan menggunakan analisa yang tajam.
Ø  MENGGUNAKAN HIPOTESA
      Dalam metode ilmiah, peneliti harus dituntun dalam proses berpikir dengan menggunakan analisa. Hipotesa harus ada untuk memadu jalan pikiran ke arah tujuan yang ingin dicapai sehingga hasil yang ingin diperoleh akan mengenai sasaran dengan tepat. Hipotesa merupakan pegangan yang khas dalam menuntun jalan pikiran peneliti.
Ø  MENGGUNAKAN UKURAN OBJEKTIF
      Kerja penelitian dan analisa harus dinyatakan dengan ukuran yang objektif. Ukuran tidak boleh dengan merasa-rasa atau menuruti hati nurani. Pertimbangan-pertimbangan harus dibuat secara objektif dan dengan menggunakan pikiran yang waras.
Ø  MENGGUNAKAN TEKNIK KUANTIFIKASI
      Dalam memperlakukan data ukuran kuantitatif, Jauhi ukuran-ukuran seperti: sejauh mata memandang, sejauh sebatang rokok, dan sebagainya. Kuantifikasi yang termudah adalah dengan menggunakan ukuran nominal, ranking dan rating.

Unsur utama metode ilmiah adalah pengulangan empat langkah berikut:
  1. Karakterisasi (pengamatan dan pengukuran)
  2. Hipotesis (penjelasan teoretis yang merupakan dugaan atas hasil pengamatan dan pengukuran)
  3. Prediksi (deduksi logis dari hipotesis)
  4. Eksperimen (pengujian atas semua hal di atas)
Tujuan metode Ilmiah
  1. Mendapatkan pengetahuan ilmiah (yang rasional, yang teruji) sehingga merupakan pengetahuan yang dapat diandalkan.
  2. Merupakan suatu pengejaran terhadap kebenaran yang diatur oleh pertimbangan-pertimbangan logis.
  3. Untuk mencari ilmu pengetahuan yang dimulai dari penentuan masalah, pengumpulan data yang relevan, analisis data dan interpretasi temuan, diakhiri dengan penarikan kesimpulan.
Sikap Ilmiah 
     Beberapa karakter peneliti:
  1.  Daya nalar tinggi
  2.  Daya Ingat kuat dan logis
  3.  Akurat
  4.  Konsentrasi tinggi, tidak mudah putus asa
  5.  Kooperatif, terbuka, koordinatif
  6.  Tekun, sabar
  7. Bersemangat tinggi dan mempunyai motivasi yang kuat
  8.  JUJUR dan bertanggung jawab
       Langkah-langkah operasional metode Ilmiah
1.      Observasi
2.      Identifikasi masalah
3.      Hipotesis
4.      Eksperimen
           5.    Analisis Hasil
           6.    Kesimpulan → Publikasi Hasil

        Observasi
     Setelah topik yang akan diteliti dalam proyek ilmiah ditentukan, langkah pertama untuk melakukan proyek ilmiah adalah melakukan observasi awal untuk mengumpulkan informasi segala sesuatu yang berhubungan dengan topik tersebut melalui pengalaman, berbagai sumber ilmu pengetahuan, berkonsultasi dengan ahli yang sesuai.
1.      Gunakan semua referensi: buku, jurnal, majalah, koran, internet, interview, dll.
2.      Kumpulkan informasi dari ahli: instruktur, peneliti, insinyur, dll.
3.      Lakukan eksplorasi lain yang berhubungan dengan topik.

       Identifikasi masalah
     Permasalahan merupakan pertanyaan ilmiah yang harus diselesaikan. Permasalahan dinyatakan dalam pertanyaan terbuka yaitu pertanyaan dengan jawaban berupa suatu pernyataan, bukan jawaban ya atau tidak. Sebagai contoh: Bagaimana pengaruh tayangan program musik dahsyat terhadap sikap remaja di kel. Tugu Kelapa Dua-Depok?
1.   Batasi permasalahan seperlunya agar tidak terlalu luas.
2.      Pilih permasalahan yang penting dan menarik untuk diteliti.
3.      Pilih permasalahan yang dapat diselesaikan secara eksperimen.

          Hipotesis
       Hipotesis merupakan suatu ide atau dugaan sementara tentang penyelesaian masalah yang diajukan dalam proyek ilmiah. Hipotesis dirumuskan atau dinyatakan sebelum penelitian yang seksama atas topik proyek ilmiah dilakukan, karenanya kebenaran hipotesis ini perlu diuji lebih lanjut melalui penelitian yang seksama. Yang perlu diingat, jika menurut hasil pengujian ternyata hipotesis tidak benar bukan berarti penelitian yang dilakukan salah.
1.      Gunakan pengalaman atau pengamatan lalu sebagai dasar hipotesis
2.      Rumuskan hipotesis sebelum memulai proyek eksperimen

        Eksperimen
        Eksperimen dirancang dan dilakukan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Perhitungkan semua variabel, yaitu semua yang berpengaruh pada eksperimen.
Ø  Usahakan hanya satu variabel bebas selama eksperimen.
Ø  Pertahankan kondisi yang tetap pada variabel-variabel yang diasumsikan konstan.
Ø  Lakukan eksperimen berulang kali untuk memvariasi hasil.
Ø  Catat hasil eksperimen secara lengkap dan seksama.


         Analisis data
           Data yang diperoleh di analisis Statistika alat untuk membuktikan hasil dari hubungan kedua variabel (kuantitatif) Menggunakan triangulasi (uji validasi data) à kualitatif

        Kesimpulan
           Kesimpulan proyek merupakan ringkasan hasil proyek eksperimen dan pernyataan bagaimana hubungan antara hasil eksperimen dengan hipotesis. Kesimpulan dapat diakhiri dengan memberikan pemikiran untuk penelitian lebih lanjut.
Ø   Jika hasil eksperimen tidak sesuai dengan hipotesis:
Ø   Jangan ubah hipotesis
Ø  Jangan abaikan hasil eksperimen
Ø  Berikan alasan yang masuk akal mengapa tidak sesuai
Ø  Berikan cara-cara yang mungkin dilakukan selanjutnya untuk menemukan penyebab ketidaksesuaian
Ø  Bila cukup waktu lakukan eksperimen sekali lagi atau susun ulang eksperimen.  

          Publikasi hasil  
        Hasil penelitian dipublikasikan kepada khalayak. Dalam bentuk laporan penelitian, misalnya:      Jurnal Naskah publikasi memuat:
1.                   Abstract
2.                   Pendahuluan
3.                   Teori dan Metode
4.                   Hasil dan Pembahasan
5.                   Diskusi
6.                   Referensi/Daftar Pustaka

        Perbedaan penelitian berdasarkan keilmiahan
1.      PenelitianIlmiah  
Penelitian Ilmiah Menggunakan kaidah-kaidah ilmiah (Mengemukakan pokok-pokok pikiran, menyimpulkan dengan melalui prosedur yang sistematis dengan menggunakan pembuktian ilmiah/meyakinkan). Ada dua kriteria dalam menentukan kadar/tinggi-rendahnya mutu ilmiah suatu penelitian yaitu:
Ø  Kemampuan memberikan pengertian yang jelas tentang masalah yang diteliti:
Ø  Kemampuan untuk meramalkan: sampai dimana kesimpulan yang sama dapat dicapai apabila data yang sama ditemukan di tempat/waktu lain;
2.       Penelitian non ilmiah (Tidak menggunakan metode atau kaidah-kaidah ilmiah)
Ø  Berdasarkan Spesialisasi Bidang (ilmu) garapannya : Bisnis (Akunting, Keuangan, Manajemen, Pemasaran), Komunikasi (Massa, Bisnis, Kehumasan/PR, Periklanan), Hukum (Perdata, Pidana, Tatanegara, Internasional), Pertanian (agribisnis, Agronomi, Budi Daya Tanaman, Hama Tanaman), Teknik, Ekonomi (Mikro, Makro, Pembangunan), dll.
Ø  Berdasarkan dari hadirnya variabel (ubahan) : variabel adalah hal yang menjadi objek penelitian, yang ditatap, yang menunjukkan variasi baik kuantitatif maupunkualitatif. Variabel : masa lalu, sekarang, akan datang. Penelitian yang dilakukan dengan menjelaskan / menggambarkan variabel masa lalu dan sekarang (sedang terjadi) adalah penelitian deskriptif ( to describe = membeberkan/menggambarkan). Penelitian dilakukan terhadap variabel masa yang akan datang adalah penelitian eksperimen.
       
       Keunggulan dan Keterbatasan Metode Ilmiah
      A.    Keterbatasan
Dengan metode ilmiah dapat dihasilkan ilmu atau pengetahuanyang ilmiah. Dalam pengujian hipotesis, diperlukan data. Data iniberasal dari pengamatan yang dilakukan oleh pancaindera. Kitamengetahui bahwa panca indera mempunyai keterbatasan untukmenangkap sesuatu fakta. Dengan demikian maka data yang terkumpul juga tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Kesimpulan yang diambilberdasarkan data tidak benar, tentu saja juga tidak akan benar. Jadi,peluang terjadinya kekeliruan suatu kesimpulan yang diambilberdasarskan metode ilmiah tetap ada. Oleh karena itu semuakesimpulan ilmiah, atau kebenaran ilmu bersifat tentatif, artinya kesimpulan itu dianggap benar selama belum ada kebenaran ilmu yangdapat menolak kesimpulan itu. Sedangkan kesimpulan ilmiah yangdapat menolak kesimpulan ilmiah yang terdahulu, menjadi kebenaranilmu yang baru.Keterbatasan lain yaitu tidak dapat menjangkau untuk membuatkesimpulan yang bersangkutan dengan baik dan buruk atau sistim nilai,tentang seni dan keindahan, dan juga tidak dapat menjangkau untukmenguji adanya Tuhan.

      B.     Keunggulan
Ciri ilmiah yaitu obyektif, metodik, sistimatik dan berlaku umum olehkarena itu orang akan terbimbing sedemikian hingga padanyaterkembangkan suatu sikap ilmiah.Sikap ilmiah yaitu:
1). Mencintai kebenaran yang obyektif, dan bersikap adil
2). Menyadari bahwa kebenaran ilmu tidak absolut
3). Tidak percaya pada takhyul, astrologi maupun untung-untungan.
4). Ingin tahu lebih banyak
5). Tidak berpikir secara prasangka
6). Tidak percaya begitu saja pada suatu kesimpulan tanpa adanyabukti-bukti yang nyata.
7). Optimis, teliti dan berani menyatakan kesimpulan yang menurut keyakinan ilmiahnya adalah benar.

Daftar Pustaka :
PowerPoint mata kuliah Bahasa Indonesia 2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar