BAB 2
METODE ILMIAH
1.4 Pengertian Metode Ilmiah
• Proses berfikir untuk mendapatkan cara penyelesaian
yang mungkin berdasarkan bukti-bukti.
• Metode
ilmiah adalah cara kerja dari ilmu pengetahuan, bersifat ilmiah serta merupakan langkah-langkah sistematis yang digunakan dalam ilmu-ilmu tertentu baik
direfleksikan atau diterima begitu saja.
• Metode ilmiah atau proses ilmiah (bahasa Inggris: scientific method)
merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis
berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis
dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam prediksi yang dibuat berdasarkan
hipotesis tersebut kemudian diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu
hipotesis lolos uji berkali-kali, maka hipotesis tersebut dapat menjadi suatu
teori ilmiah.
Kriteria metode Ilmiah,
yaitu :
- Berdasarkan fakta.
- Bebas dari prasangka
- Menggunakan prinsip-prinsip analisa.
- Menggunakan hipotesa
- Menggunakah ukuran objektif.
- Menggunakan teknik kuantifikasi.
Ø BERDASARKAN
FAKTA
• Keterangan-keterangan
yang ingin diperoleh dalam penelitian, baik yang akan dikumpulkan dan yang dianalisa haruslah berdasarkan fakta-fakta yang nyata. Janganlah penemuan atau
pembuktian didasarkan pada daya khayal, kira-kira, legenda-legenda atau kegiatan sejenis.
Ø BEBAS
DARI PRASANGKA
• Metode
ilmiah harus mempunyai sifat bebas prasangka, bersih dan jauh dari pertimbangan
subjektif. Menggunakan suatu fakta haruslah dengan alasan dan bukti yang
lengkap dan dengan pembuktian yang objektif.
Ø MENGGUNAKAN
PRINSIP-PRINSIP ANALISA
• Dalam
memahami serta memberi arti terhadap fenomena, harus digunakan prinsip analisa.
Semua masalah harus dicari sebab-musabab serta pemecahannya dengan menggunakan
analisa yang logis, dan fakta yang mendukung dengan menggunakan analisa yang
tajam.
Ø MENGGUNAKAN
HIPOTESA
• Dalam
metode ilmiah, peneliti harus dituntun dalam proses berpikir dengan menggunakan
analisa. Hipotesa harus ada untuk memadu jalan pikiran ke arah tujuan yang
ingin dicapai sehingga hasil yang ingin diperoleh akan mengenai sasaran dengan
tepat. Hipotesa merupakan pegangan yang khas dalam menuntun jalan pikiran
peneliti.
Ø MENGGUNAKAN
UKURAN OBJEKTIF
• Kerja
penelitian dan analisa harus dinyatakan dengan ukuran yang objektif. Ukuran
tidak boleh dengan merasa-rasa atau menuruti hati nurani.
Pertimbangan-pertimbangan harus dibuat secara objektif dan dengan menggunakan
pikiran yang waras.
Ø MENGGUNAKAN
TEKNIK KUANTIFIKASI
• Dalam memperlakukan data ukuran kuantitatif,
Jauhi ukuran-ukuran seperti: sejauh mata memandang, sejauh sebatang rokok, dan
sebagainya. Kuantifikasi yang termudah adalah dengan menggunakan ukuran
nominal, ranking dan rating.
Unsur utama
metode ilmiah adalah pengulangan empat langkah berikut:
- Karakterisasi (pengamatan dan pengukuran)
- Hipotesis (penjelasan teoretis yang merupakan dugaan atas hasil pengamatan dan pengukuran)
- Prediksi (deduksi logis dari hipotesis)
- Eksperimen (pengujian atas semua hal di atas)
Tujuan metode Ilmiah
- Mendapatkan pengetahuan ilmiah (yang rasional, yang teruji) sehingga merupakan pengetahuan yang dapat diandalkan.
- Merupakan suatu pengejaran terhadap kebenaran yang diatur oleh pertimbangan-pertimbangan logis.
- Untuk mencari ilmu pengetahuan yang dimulai dari penentuan masalah, pengumpulan data yang relevan, analisis data dan interpretasi temuan, diakhiri dengan penarikan kesimpulan.
Sikap Ilmiah
Beberapa karakter peneliti:
- Daya nalar tinggi
- Daya Ingat kuat dan logis
- Akurat
- Konsentrasi tinggi, tidak mudah putus asa
- Kooperatif, terbuka, koordinatif
- Tekun, sabar
- Bersemangat tinggi dan mempunyai motivasi yang kuat
- JUJUR dan bertanggung jawab
1.
Observasi
2.
Identifikasi
masalah
3.
Hipotesis
4.
Eksperimen
5.
Analisis
Hasil
6.
Kesimpulan → Publikasi Hasil
Observasi
Setelah
topik yang akan diteliti dalam proyek ilmiah ditentukan, langkah pertama untuk melakukan proyek ilmiah adalah melakukan observasi awal untuk mengumpulkan
informasi segala sesuatu yang berhubungan dengan topik tersebut melalui
pengalaman, berbagai sumber ilmu pengetahuan, berkonsultasi dengan ahli yang
sesuai.
1. Gunakan
semua referensi: buku, jurnal, majalah, koran, internet, interview, dll.
2. Kumpulkan
informasi dari ahli: instruktur, peneliti, insinyur, dll.
3. Lakukan
eksplorasi lain yang berhubungan dengan topik.
Identifikasi masalah
Permasalahan
merupakan pertanyaan ilmiah yang harus diselesaikan. Permasalahan dinyatakan
dalam pertanyaan terbuka yaitu pertanyaan dengan jawaban berupa suatu
pernyataan, bukan jawaban ya atau tidak. Sebagai contoh: Bagaimana pengaruh
tayangan program musik dahsyat terhadap sikap remaja di kel. Tugu Kelapa
Dua-Depok?
1. Batasi
permasalahan seperlunya agar tidak terlalu luas.
2. Pilih
permasalahan yang penting dan menarik untuk diteliti.
3. Pilih
permasalahan yang dapat diselesaikan secara eksperimen.
Hipotesis
Hipotesis
merupakan suatu ide atau dugaan sementara tentang penyelesaian
masalah yang diajukan dalam proyek ilmiah. Hipotesis dirumuskan atau dinyatakan
sebelum penelitian yang seksama atas topik proyek ilmiah dilakukan, karenanya
kebenaran hipotesis ini perlu diuji lebih lanjut melalui penelitian yang
seksama. Yang perlu diingat, jika menurut hasil pengujian
ternyata hipotesis tidak benar bukan berarti penelitian yang dilakukan
salah.
1. Gunakan
pengalaman atau pengamatan lalu sebagai dasar hipotesis
2. Rumuskan
hipotesis sebelum memulai proyek eksperimen
Eksperimen dirancang dan dilakukan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Perhitungkan semua variabel, yaitu semua yang berpengaruh pada eksperimen.
Ø Usahakan
hanya satu variabel bebas selama eksperimen.
Ø Pertahankan
kondisi yang tetap pada variabel-variabel yang diasumsikan konstan.
Ø Lakukan
eksperimen berulang kali untuk memvariasi hasil.
Ø Catat
hasil eksperimen secara lengkap dan seksama.
Analisis data
Data yang diperoleh di analisis Statistika alat untuk membuktikan hasil dari
hubungan kedua variabel (kuantitatif) Menggunakan
triangulasi (uji validasi data) à kualitatif
Kesimpulan
Kesimpulan
proyek merupakan ringkasan hasil proyek eksperimen dan pernyataan bagaimana
hubungan antara hasil eksperimen dengan hipotesis. Kesimpulan dapat diakhiri dengan memberikan pemikiran
untuk penelitian lebih lanjut.
Ø Jika hasil eksperimen tidak sesuai dengan
hipotesis:
Ø Jangan ubah hipotesis
Ø Jangan
abaikan hasil eksperimen
Ø Berikan
alasan yang masuk akal mengapa tidak sesuai
Ø Berikan
cara-cara yang mungkin dilakukan selanjutnya untuk menemukan penyebab
ketidaksesuaian
Ø Bila
cukup waktu lakukan eksperimen sekali lagi atau susun ulang eksperimen.
Publikasi hasil
Hasil penelitian dipublikasikan kepada khalayak. Dalam bentuk laporan penelitian, misalnya: Jurnal Naskah publikasi memuat:
1.
Abstract
2.
Pendahuluan
3.
Teori dan Metode
4.
Hasil dan Pembahasan
5.
Diskusi
6.
Referensi/Daftar Pustaka
Perbedaan penelitian berdasarkan
keilmiahan
1. PenelitianIlmiah
Penelitian Ilmiah Menggunakan kaidah-kaidah ilmiah (Mengemukakan pokok-pokok pikiran, menyimpulkan dengan melalui prosedur yang sistematis dengan menggunakan pembuktian ilmiah/meyakinkan). Ada dua kriteria dalam menentukan kadar/tinggi-rendahnya mutu ilmiah suatu penelitian yaitu:
Penelitian Ilmiah Menggunakan kaidah-kaidah ilmiah (Mengemukakan pokok-pokok pikiran, menyimpulkan dengan melalui prosedur yang sistematis dengan menggunakan pembuktian ilmiah/meyakinkan). Ada dua kriteria dalam menentukan kadar/tinggi-rendahnya mutu ilmiah suatu penelitian yaitu:
Ø Kemampuan
memberikan pengertian yang jelas tentang masalah yang diteliti:
Ø Kemampuan
untuk meramalkan: sampai dimana kesimpulan yang sama dapat dicapai apabila data
yang sama ditemukan di tempat/waktu lain;
2. Penelitian
non ilmiah (Tidak menggunakan metode atau kaidah-kaidah ilmiah)
Ø Berdasarkan
Spesialisasi Bidang (ilmu) garapannya : Bisnis (Akunting, Keuangan, Manajemen,
Pemasaran), Komunikasi (Massa, Bisnis, Kehumasan/PR, Periklanan), Hukum
(Perdata, Pidana, Tatanegara, Internasional), Pertanian (agribisnis, Agronomi,
Budi Daya Tanaman, Hama Tanaman), Teknik, Ekonomi (Mikro, Makro, Pembangunan),
dll.
Ø Berdasarkan
dari hadirnya variabel (ubahan) : variabel adalah hal yang menjadi objek
penelitian, yang ditatap, yang menunjukkan variasi baik kuantitatif maupunkualitatif.
Variabel : masa lalu, sekarang, akan datang. Penelitian yang dilakukan dengan
menjelaskan / menggambarkan variabel masa lalu dan sekarang (sedang terjadi)
adalah penelitian deskriptif ( to describe = membeberkan/menggambarkan).
Penelitian dilakukan terhadap variabel masa yang akan datang adalah penelitian
eksperimen.
Keunggulan dan Keterbatasan Metode
Ilmiah
A. Keterbatasan
Dengan
metode ilmiah dapat dihasilkan ilmu atau pengetahuanyang ilmiah. Dalam
pengujian hipotesis, diperlukan data. Data iniberasal dari pengamatan yang
dilakukan oleh pancaindera. Kitamengetahui bahwa panca indera mempunyai
keterbatasan untukmenangkap sesuatu fakta. Dengan demikian maka data yang
terkumpul juga tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Kesimpulan yang diambilberdasarkan
data tidak benar, tentu saja juga tidak akan benar. Jadi,peluang terjadinya
kekeliruan suatu kesimpulan yang diambilberdasarskan metode ilmiah tetap ada.
Oleh karena itu semuakesimpulan ilmiah, atau kebenaran ilmu bersifat tentatif,
artinya kesimpulan itu dianggap benar selama belum ada kebenaran ilmu
yangdapat menolak kesimpulan itu. Sedangkan kesimpulan ilmiah yangdapat menolak
kesimpulan ilmiah yang terdahulu, menjadi kebenaranilmu yang baru.Keterbatasan
lain yaitu tidak dapat menjangkau untuk membuatkesimpulan yang bersangkutan
dengan baik dan buruk atau sistim nilai,tentang seni dan keindahan, dan juga
tidak dapat menjangkau untukmenguji adanya Tuhan.
B. Keunggulan
Ciri
ilmiah yaitu obyektif, metodik, sistimatik dan berlaku umum olehkarena itu orang
akan terbimbing sedemikian hingga padanyaterkembangkan suatu sikap ilmiah.Sikap
ilmiah yaitu:
1).
Mencintai kebenaran yang obyektif, dan bersikap adil
2).
Menyadari bahwa kebenaran ilmu tidak absolut
3).
Tidak percaya pada takhyul, astrologi maupun untung-untungan.
4).
Ingin tahu lebih banyak
5).
Tidak berpikir secara prasangka
6).
Tidak percaya begitu saja pada suatu kesimpulan tanpa adanyabukti-bukti yang
nyata.
7).
Optimis, teliti dan berani menyatakan kesimpulan yang menurut keyakinan
ilmiahnya adalah benar.
Daftar
Pustaka :
PowerPoint
mata kuliah Bahasa Indonesia 2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar