BAB 4
KEHIDUPAN DI BUMI
3.1 Asal Mula Kehidupan Di Bumi
Special
Creation (Transendental)
Asal
mula kehidupan di bumi berasal dari suatu oknum yang tidak lain
yang adalah pencipta segala nya,Dialah yang menciptakan segala
sesuatu dari tidak ada menjadi ada (ex nihil) dan dari kosong belum berbentuk
menjadi berbentuk dan tersusun,dialah yang pada mulanya menciptakan alam
semesta laut dan segala isinya,diciptakanyan bumi yang sebelumnya kosong dan
air menutupi samudera raya dan di ciptakanlah segala yang hidup dan bernafas di
bumi ini .dan inilah yang disebut pekan penciptaan dan Special
Creation atau segala sesuatu diciptakan oleh-Nya.Special
Creation adalah segala sesuatu tidak terjadi secara kebetulan tapi
diciptakan.
Teori
Evolusi
Teori
evolusi menerangkan bahwa keragaman kehidupan semua spesies di muka bumi
sekarang berasal dari nenek moyang bersama. Tentu saja catatan fosil
menerangkan kepada kita bahwa pada masa-masa terdahulu, di bumi ini terdapat
lebih sedikit spesies dan bahwa spesies tidak begitu komplek seperti kebanyakan
spesies kita yang modern. Teorinya, telah mengenai evolusi harus menuntun kita
kembali kepada bentuk pertama kehidupan yang menjadi
asal-muasal semuanya. Apakah bentuk pertama ini? Kita tidak
mengetahuinya, maka yang paling baik kita lakukan ialah membuat dugaan yang
cerdas mengenai sifat-sifatnya. Dari mana asalnya? Kita pun tidak
mengetahui jawaban untuk pertanyaan ini, meskipun setiap orang yang arif
mungkin suatu ketika mempertanyakan hal ini. Bahkan yang tidak mengetahui atau
tidak mempercayai teori evolusi sekalipun akan bertanya-tanya kepada dirinya
sendiri bagaimana kehidupan muncul untuk pertama kali di bumi.
Beberapa
Pandangan mengenai teori Evolusi:
1.Anaximander(611-5747
BC)
Berpendaapat
bahwa asal mula kehidupan dari laut atau Aquatik. Berkembang membeku menjadi
daratan selama proses tansisi inilah manusia dari mermen ke mermaid.
2.Empodocles(490-430
BC)
Slime
tumbuh tanaman sederhana beberapa diantaranya menjadi komplesk dan dhanya
bentuk bentuk yang baik yang dapat bertahan dan yang kurang baik akan hilang.
3.Aristoteles(384-322)
Benda-benda
hidup berkembang makin sempurna karena pengaruh kekuatan tertentu, yakni
entelenchy, dan mahluk hidup di daratan berasal dari lautan.dan mazhluk hidup
akan bertahan karena ia kuat.
4.Teori
evolusi Charles Robhert Darwin (1802-1822)
The
Origin of species by means of Natural Selection or The preservation of Favoured
Races in the Struggle of Life (1859) Darwin mengemukakan teori Evolusi yang
sangat kontroversial yaitu bahwa dasar dari segala evolusi organik yaitu
seleksi alam dan seksual. Seleksi alam berupa pertarungan dalam kehidupan yang
kuat akan bertahan misalnya jerapah bertahan leher panjang yang bertahan hidup
dengan mengandalkan tinggi lehernya dari pada jenis Jerapah yang lain, dan
seleksi seksual wujudnya adalah yang kuat mengusir yang lemah sehinnga yang
lemah tidak bisa melanjutkan keturunan.
5.Hugo
De Vries(1848-1935)
Evolusi
hanya terjadi karena perubahan yang tiba-tiba timbulnya mutasi. Mutasi adalah
perubahan sifat pada keturunan dia memadukan teori Gen dan teori
evolusi.
Teori asal Usul Kehidupan di Bumi
1.
Teori Generatio spontanea
Sebelum
abad orang-orang berangapan bahwa mahluk hidup terjadi dengan sendirinya atau
secara spontan.anggapan ini disebut teori Generatio spontanea.
Contoh:
Ulat
timbul dengan sendirinya pada bangkai.
Cacing
berasal dari lumpur.
Kecoa
berasal dari selokan.
Teori
ini dikemukakan oleh Filsuf Aristoteles, Hipotesis ini akhirnya tenggelam
setelah munculna para ilmuan lain dengan pola pikirnya yang lebih
rasional. Namun Stanley I. Miller (1936) berpaling kembali pada paham
generatio spontanea. Ia menganggap bahwa tidak mustahil hidup ini pernah
berkembang dari zat mati. Perbedaan yang dilakukan telah memaparkan fakta –
fakta baru yang dapat memperluas wawasan kita. Fakta apakah yang mendasari
percobaan itu? Kenyataan menunjukkan bahwa jasad hidup sebagian besar terdiri
dari protein (zat putih telur) yang terurai menjadi unit yang sederhana, yakni
asam –asam amino yang mengandung nitrogen.
Beberapa
Teori yang menyangkal teori genaratio spontanea
Omne
vivum ex Ovo
Francesco
Redi(1626-1697) membuktikan bahwa mikroorganisme ulat pada bangkai
tikus berasal dari telur lalat.kemudian mengemukakan teori Omne vivum ex Ovo.
Omne
Vivo Ex vivo Lazarro Spalalanzani (1729-1799). Membuktikan bahwa
mikroorganisme atau jasad renik dapat mencemari kaldu, namun kalau didihkan
kemudian di tutup rapat maka kaldu itu tidak busuk dan tidak ada belatung di
dalamnya.
Omne
Vivo Ex Vivo Louis Pateur( 1822-1895) Sebagai penerus dari percobaan sebelumnya
dari Spalalanzani maka ia pun berkesimpulan bahwa agar tejadi suatu kehidupan
baru harus ada kehidupan sebelum-nya.Teori ini disebut teori “Biogenesis”dengan
teori inilah naka teori dari Aristoteles tersingkirkan,karena banyak orang
meneriama akan teori ini.
2. Teori
Cosmosoa
Teori
ini berpendapat bahwa mahluk hidup di bumi ini berasal dari luar bumi ,mungkin
dari planet lain benda hidup itu dating dalam bentuk spora yang aktif dan jatuh
ke bumi dan berkembang biaklah dia ,boleh jadi tergabung oleh meteorit yang
lain juga.
3. Teori
Uray
Harold
Uray (1893) seorang ahli Kimia Amerika mengemukakan bahwa atsmosfer pada
mulanya karya gasgas metan, amoniak, hidrogen dan H2O dan zat zat inilah adalah
unsur penting kehidupan. Zat zat hidup mul-mula terbentuik dari virus setelah
berjuta-juta tahun berkembang menjadi organisme yang terjadi karena reaksi
kimia dan karena radiasi sinar kosmos.
4. Teori
Oparin
Ahli
biologi Rusia (1938) dan J.B.S Haldane dari Ingris. Menurutnya kehidupan terbentuk
dari senyawa kimia dalam laut pada saat atsmofer bumi belum mengandung oksigen
bebes, senyawa ini antara lain asam amino, purine basa pirimidin dan senyawa
golongan gula dan terbentuklah senyawa senyawa lain semuanya terbentuk berkat
kilatan petir san sinar UV.
5. Teori
Plufuger
Teori
ini menyatakan bahwa bumi berasal dari suatu materi yang sangat panas, kemudian
dari bahan itu mengandung karbon dan nitrogen terbentuk senyawa Cyanogen (CN).
Senyawa tersebut dapat terjadi pada suhu yang sangat tinggi dan selanjutnya
terbentuk zat protein pembentuk protoplasma yang akan menjadi makhluk hidup.
Teori Terbentuknya Alam Semesta
a. Teori
Keadaaan Tetap (Steady-state theory)
Teori
ini berdasarkan prinsip kosmologi sempurna yang menyatakan bahwa alam semesta dimanapun
dan bilamanapun selalu sama. Berdasarkan prinsip tersebut alam semesta terjadi
pada suatu saat tertentu yang telah lalu dan segala sesuatu di alam semesta
selalu tetap sama walaupun galaksi-galaksi saling bergerak menjauhi satu sama
lain. Teori ini ditunjang oleh kenyataan bahwa galaksi baru mempunyai jumlah
yang sebanding dengan galaksi lama. Dengan diketahui kecepatan radial
galaksi-galaksi menjauhi bumi yang dihubungkan dengan jarak antara
galaksi-galaksi dengan bumi dari hasil pemotretan satelit, maka disimpulkan
bahwa makin jauh jarak galaksi terhadap bumi, makin cepat galaksi tersebut
bergerak menjauhi bumi. Hal ini sesuai dengan garis spektra yang menuju merah,
yang hal ini sering dikenal dengan pergeseran merah. Dari hasil penemuan ini menguatkan
bahwa alam semesta selalu mengembang (ekspansi) dan menipis (kontraksi). Dengan
demikian harus ada “ledakan” atau “dentuman” yang memulai adanya pengembangan.
b. Teori
Dentuman Besar (Big-bang theory)
Teori
ini dikembangkan oleh George Lemaitre. Teori ini menyatakan pada mulanya alam
semesta berupa sebuah “primeval atom” yang berisi semua materi dalam keadaan
yang sangat padat. Suatu ketika atom ini meledak dan seluruh materinya
terlempar keruang alam semesta. Berdasarkan dari asumsi adanya massa yang sangat
besar dan mempunyai masa jenis yang sangat besar, karena adanya reaksi inti
kemudian meledak dengan hebat. Massa tersebut kemudian mengembang dengan sangat
cepat menjauhi pusat ledakan.
c. Teori terbentuknya Galaksi dan Tata Surya
Menurut
Fowler, 12 ribu juta tahun yang lalu galaksi kita masih berupa kabut gas
hidrogen yang sangat besar sekali yang berada diluar angkasa. Ia bergerak
perlahan mengadakan rotasi sehingga keseluruhannya berbentuk bulat. Karena gaya
beratnya maka ia mengadakan kontraksi. Massa bagian luar banyak yang tertinggal
pada bagian yang berkisar lambat dan mempunyai berat jenis yang besar
terbentuklah bintang-bintang. Gumpalan kabut yang telah menjadi bintang itupun
secara perlahan mengadakan kontraksi. Energi potensialnya mereka keluarkan
dalam bentuk sinar dan panas radiasi dan bintang-bintang itupun makin turun
temperaturnya. Setelah berpuluh ribu juta tahun ia mempunyai bentuknya yang
tetap seperti matahari.
Galaksi
merupakan kumpulan 1011 atau 100 milyard bintang-bintang, salah satu
diantaranya adalah Matahari atau pusat tata surya kita ini. Kumpulan
bintang-bintang dan dalam galaksi bentuknya menyerupai lensa cembung yang pipih
atau berbentuk cakram. Dimana garis tengahnya mempunyai panjang 100 tahun
cahaya, tebalnya 10 tahun cahaya. Matahari atau pusat tata surya kita berada
pada jarak 30 tahun cahaya dari pusat galaksi.
Daftar
Pustaka:
http://more23dy.blogspot.co.id/2013/04/asal-mula-kehidupan-di-bumi-tugas-iad.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar