BAB 7
EVOLUSI
3.4
Evolusi
Evolusi adalah proses perubahan yang berlangsung sedikit demi sedikit
dan memakan waktu yang lama menuju ke arah semakin kompleksnya struktur dan fungsi
makhluk hidup dan semakin banyaknya ragam yang ada.
A. Pembagian evolusi
Proses evolusi dapat dibedakan
berdasarkan faktor-faktor berikut.
Berdasarkan
arah evolusi dibedakan menjadi dua, yaitu:
1) Evolusi
progresif: menuju kemungkinan bertahan hidup (survival). Mis. Evolusi
yang terjadi pada burung Finch
2) Evolusi regresif
(retrogresif)→kemungkinan menuju
kepunahan. Mis. Evolusi Dinosaurus. Kepunahan tidak hanya terjadi karena semakin mundurnya struktur dan fungsi
tetapi dapat pula terjadi karena perkembangan struktur yang melebihi
proporsinya (Misal. Rusa purba/Megaloceros pada masa Tertier)
Berdasar
skala perubahannya dibedakan menjadi dua:
1) Makroevolusi, adalah perubahan evolusi yang dapat
mengakibatkan perubahan dalam skala besar. Adanya makroevolusi dapat mengarah
kepada terbentuknya spesies baru.
2) Mikroevolusi, adalah proses evolusi yang hanya
mengakibatkan perubahan dalam skala kecil. Mikroevolusi ini hanya mengarah
kepada terjadinya perubahan pada frekuensi gen atau kromosom.
Berdasarkan hasil akhir dibedakan menjadi dua:
1) Evolusi divergen, merupakan proses evolusi yang
perubahannya berasal dari satu spesies menjadi banyak spesies baru.
2) Evolusi konvergen, proses evolusi yang perubahannya
didasarkan pada adanya kesamaan struktur antara dua organ atau organisme pada
garis sama dari nenek moyang yang sama. Hal ini dapat ditemukan pada hiu dan
lumba-lumba. Ikan hiu dan lumba-lumba terlihat sama seperti organisme yang
berkerabat dekat, tetapi ternyata hiu termasuk dalam pisces, sedangkan ikan
lumba-lumba termasuk dalam mamalia.
B. Sejarah teori evolusi
Faham evolusi
makhluk hidup dapat dibedakan:
1.
Masa Pra-Darwin
Terdapat
beberapa pencetus teori evolusi sebelum darwin yaitu
a. Anaximander
(250 th SM): bahwa manusia berasal dari sejenis makhluk yang menyerupai ikan.
b. Aristoteles
(384-322 SM): semua bentuk kehidupan dapat disusun dalam suatu skala, dengan
tingkat kerumitan yang semakin tinggi (Scala naturae)
c. Erasmus
Darwin (1700 M): respons fungsional terhadap stimulasi dapat diwariskan
d. Count
de Buffon (1707-1788) : variasi-variasi kecil yang terjadi karena pengaruh alam
sekitar diwariskan sehingga terjadi penimbunan variasi
e.
Hutton,
Lamarck dll.
2.
Masa Darwin
Charles darwin
dianggap sebagai bapak teori evolusi. Dalam bukunya yang diterbitkan pada tahun 1859 : On the origin of species by means of Natural Selection or the Preservation of Favoured
races in the Struggle for life. Buku ini merupakan tulisan hasil dari ekspedisinya
mengelilingi dunia dengan kapal HMS Beagle (dinahkodai: Robert Fitzroy) yang dimulai pada tanggal 27 Desember 1831
Teori Darwin dapat dibedakan atas dua hal
pokok, yaitu:
1. konsep tentang perubahan evolutif
2. konsep
mengenai seleksi alam
Bahwa
makhluk hidup yang ada sekarang berasal dari makhluk pada masa silam, dan
Evolusi
terjadi melalui seleksi alam
Gagasan evolusi Charles Darwin diilhami oleh
pemikiran:
1. Erasmus
Darwin (pada buku Zoonomia)
2. Thomas
Robert Malthus (pada buku Essay on…)
3. Charles
Lyell (pada buku Principle of Geology)
4. Jean
Baptista Lamarck (“Use and disuse”)
Dasar
pemikiran tersebut adalah
1. Kehidupan
itu berasal dari asal mula yang sama, dan bahwa respon fungsional akan
diwariskan pada keturunannya.
2. Tidak ada
keseimbangan antara pertambahan penduduk dan makanan
3. Perubahan
terus menerus pada bumi
4. Diwariskannya
sifat yang didapat (acquired character dan “Used and disused”)
Teori Darwin mengenai evolusi didasarkan atas
pokok –pokok pikiran antara lain:
1. Tidak ada
dua individu yang sama.
2. Setiap
populasi berkecenderungan memperbanyak diri seperti deret ukur
3. Pertambahan
makanan seperti deret hitung (selalu terjadi kekurangan makanan)
4. Kenyataan
menunjukkan bahwa pertambahan populasi tidak berjalan terus–menerus.
Pokok-pokok pikiran dalam teori Darwin
tersebut di atas dari hasil pengamatan sehari‐hari yang kita jumpai adalah:
1. Adanya
variasi di antara spesies
2. Besarnya
populasi tetap
3. Hanya
individu-individu yang memiliki sifat yang sesuai dengan lingkungannya saja
yang dapat memenangkan persaingan dan akan hidup terus serta bertambah banyak
(seleksi alam)
3.
Masa setelah Darwin
(Post-Darwin)
Faham evolusi mahkluk hidup setelah Darwin
masih terbagi menjadi 2 faham: setuju dan tidak setuju tentang adanyna evolusi
makhluk hidup.Titik balik yang menentukan dalam teori evolusi adalah kelahiran
genetika populasi (population genetics). Dengan kemajuan dalam genetika populasi pada
tahun 1930-an, Mendelisme dan Darwinisme dipersatukan, dan dasar genetik
variasi dan seleksi alam dipertemukan.
Suatu teori evolusi komprehensif
(Sintesis Modern/Modern synthesis):
1.
Menekankan arti penting populasi
sebagai unit evolusi,
2.
Seleksi
alam sebagai mekanisme evolusi
3. Ide tentang gradualisme untuk
menjelaskan bagaimana perubahan besar dapat berkembang sebagai suatu akumulasi
perubahan kecil yang terjadi selama periode waktu yang panjang.
Teori
ini dicetuskan oleh: Theodosius
Dobzhansky (ahli genetika), Ernst Mayr (ahli biogeografi dan taksonomi), George
Gaylord Simpson (ahli palaeontologi), dan G. Ledyard Stebbins (ahli botani).
C. Petunjuk adanya evolusi
1. Biogeografi (penyebaran geografis
spesies)
adalah hal yang pertama kali
memberi ide akan adanya evolusi pada Darwin
2. Catatan fosil
menunjukkan perubahan dari
waktu ke waktu
3. Petunjuk dari anatomi komparatif
- adanya homologi, analogi
- adanya organ tersisa (vestigial organ)
- perkembangan embrio (pada tahapan
tertentu mirip)
4. Petunjuk dari usaha domestikasi
5. Petunjuk dari biologi molekuler
- Organisme yang secara taksonomi berbeda jauh
seperti manusia dan bakteri memiliki beberapa protein
yang sama (Mis. Sitokrom c).
- perbandingan jumlah asam amino pada hemoglobin
manusia dan pada beberapa vertebrata
D. Asal usul kehidupan
Beberapa teori
yang pernah berkembang:
-
Makhluk
hidup berasal dari materi tidak hidup.
-
Dikenal
sebagai teori Generatio spontanea
-
Dikemukakan
pertama kali oleh Aristoteles
b.
Teori Biogenesis
- Makhluk
hidup berasal dari makhluk hidup (Omne vivum ex vivum), atau makhluk
hidup berasal dari telur (Omne vivum ex ovo).
- Teori
ini tidak menjawab asal mula makhluk hidup yang pertama.
- Tokoh
teori ini: Fransisco Redy, Lazzaro Spallanzani, dan Louis Pasteur
c.
Teori Cosmozoic
Makhluk hidup penghuni bumi berasal
dari “spora” kehidupan yang berasal dari luar angkasa bumi.
d.
Teori Ciptaan
- Teori
ciptaan (Special Creation), masih tetap menjadi sandaran kebanyakan
orang.
- Penganut
faham ini berbicara tentang proses perkembangan materi yang pada akhirnya membentuk makhluk hidup tanpa menyinggung asal mula materi pembentuknya.
e.
Teori
Naturalistik
- Ada
yang menamakan teori neobiogenesis
- Terbentuknya
makhluk hidup pertama di bumi ini melalui tahapan-tahapan tertentu, mulai dari
molekul-molekul CH4, NH3, H2 dan H2O,
unsur-unsur yang terdapat dalam atmosfer bumi purba.
- Pernah
dikemukakan oleh : A.I. Oparin dan J.B.S
Haldane
Daftar Pustaka:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar